Sabtu, 11 Agustus 2012

KEBENARAN YANG BERBEDA


Saya masih ingat sekali waktu itu ketika masih duduk di bangku SLTA, guru saya bercerita; Beliau baru saja berkunjung ke tempat anaknya yang ada Di Jakarta. Beliau menceritakan kepada kami dan sekaligus member  pelajaran buat  kami, "kalau naik bus mesti diawali  dengan kaki kanan dan kalau turun mesti dengan kaki kiri. Kalau kamu turun dengan kaki kanan dulu padahal bis masih setengah jalan, kamu akan terpelanting jatuh" .beliau bercerita sambil memperagakannya didepan kelas ketika beliau hendak jatuh terpelanting karena turun dengan kaki kanan terlebih dahulu.

Tahun 2003 saya mulai merantau ke Jakarta, karena susahnya mencari pekerjaan dikampung. Saya mulai membuktikan kebenaran tentang hal itu. Parahnya lagi ketika itu saya lagi naik bis dengan dua orang teman saya. Kebetulan yang satu sudah setengah tua. Karena masih awal2 di ibu kota, jadi  belum tau hiruk pikuk angkutan umum di jakarta. Ketika mau turun dia kayak ragu-ragu, nungguin bis benar-benar berhenti.

Kebanyakan kita sudah tau bahwa angkutan umum di jakarta kalau nurunin penumpang bis tidak seratus persen berhenti. Melainkan masih setengah jalan, karena bis selalu tergesa-gesa dan kejar-kejaran dengan  yang lain. Ketika itu kami berdua sudah turun, dia teman kami yang setengah tua tadi paling belakang. Karena memang kebetulan kami berdua tidak dapat tempat duduk, waktu turun jadinya  duluan. Ketika bis sudah setengah jalan agak cepat, dia baru turun dengan mendahulukan kaki kanan, Sehingga dia terjatuh. Untung gak parah waktu itu! Hanya sedikit lecet di lutut.Dengan kejadian itu, saya semakin hati2 dan mengingat-ingat kalau turun angkutan umum mesti diawali dengan kaki kiri.

Dua tahun yang lalu ketika awal-awal saya Di Saudi, kebiasaan itu masih tak bawa. Hingga suatu saat  ketika saya turun dari bis jemputan perusahaan, saya masih mematuhinya. Tapi apa yang terjadi? Justru malah saya terpelanting mau jatuh. Dalam hati saya bertanya "saya sudah turun dengan menggunakan kaki kiri tapi kok terpelanting mau jatuh? ". untung baru mau, belum benar-benar jatuh! He he he..  Ternyata bis disini beda dengan Di Indonesia. Bis Di Saudi pintunya di kanan, sedangkan di Indonesia dikiri. Begitu juga ketika melaju dijalan raya.

Kebenaran yang sudah saya yakini dan jalankan bertahun-tahun di Indonesia tidak berlaku di Saudi. Kalau saya tetap lakukan hal yang sama, justru saya yang akan terjatuh. Saya mulai beradaptasi untuk merubah dan menyesuaikan. Yaitu turun dengan kaki kanan terlebih dahulu. Dan ternyata hasilnya saya nggak terjatuh lagi biarpun bis berhenti dengan setengah jalan. Sungguh suatu kebenaran yang berbeda.

Bagaimanakah menurut anda? Apakah kebenaran itu harus sama? Haruskah kita mempertahankan kebenaran-kebenaran yang sudah kita yakini dan jalankan bertahun-tahun, padahal kita sekarang berada Di Tempat dan situasi yang berbeda? Yuk kita berfikir luas dalam mensikapi pertumbuhan tehnologi dan perkembangan zaman. Selalu beradaptasi dengan situasi dan kondisi yang selalu berubah.

yuk kita saling ingat mengingatkan dalam hal kebaikan. ingatkan saya di  @Bang_tono

Tidak ada komentar:

Posting Komentar