Fish

Jumat, 06 Desember 2013

TKI Patut Mengenang Nelson Mandela

Foto Dok http://msnbcmedia.msn.com
Sebagian sahabat TKI  pasti bertanya "siapakah Nelson Mandela Kok Kepergiannya banyak dibicarakan media? ". Dulu ketika kita sekolah ketika berbicara tentang tokoh Dunia, Pasti ada diantaranya nama beliau.

Beliau adalah Mantan pemimpin Afrika Selatan, Nelson Mandela wafat pada Kamis malam waktu setempat. Mengutip Catatan Andrie Wongso di dalam webnya Andrie wongso.com , Beliau adalah seorang pemimpin yang memimpin dengan hati.

Dunia, termasuk sahabat TKI pantas mengenang Nelson Mandela (1918-2013) bukan karena ia adalah penggerak penghapusan sistem Apartheid di Afrika Selatan dan menjadi tokoh Afrika yang paling fenomenal. Kehidupannya juga membawa pesan moral yang universal, yang berlaku dan bisa diterapkan di mana saja.

Meski masa lalunya lebih seperempat abad dihabiskan di dalam penjara, ia tak kehilangan wisdom-nya. Sekeluar dari penjara dan arus politik kemudian menasbihkannya menjadi orang kulit hitam pertama yang jadi Presiden Afrika Selatan, ia tak serta-merta jemawa. Kekuasaannya tak ia gunakan untuk membalas dendam pada lawan-lawan politik (kaum kulit putih) yang dulu memenjarakannya. Malahan sebaliknya, ia merangkulnya demi membangun Afrika Selatan ke arah lebih baik.

Ia bukan tak mendapat tekanan dari kaum kulit hitam yang menghendakinya melakukan balas dendam. Namun demi tujuan lebih besar, ia mampu meredam bujukan itu.

"Saya berjuang menentang dominasi kulit putih dan saya berjuang menentang dominasi kulit hitam,” katanya mengenai himpitan dua arah itu sebelum dan sesudah apartheid runtuh. “Saya membawa gagasan untuk cita-cita sebuah masyarakat demokratis dan bebas, di mana semua orang hidup dalam harmoni dan kesempatan yang sama,” katanya. Dari ungkapannya tergambar pribadinya yang matang.

Seperti itulah seorang tokoh sejarah yang memimpin negerinya dengan sepenuh hati. Pernah suatu kali ia berujar, “A good head and a good heart are always a formidable combination,” katanya. Kepala (pikiran) yang dingin dan hati yang baik selalu menjadi kombinasi yang tangguh. Dengan cara inilah ia memimpin. Karena hatinya yang tulus, ia menjadi cahaya kedamaian, tak hanya di Afrika Selatan, atau di benua Afrika, tetapi memberi cahaya baru ke seluruh dunia. Pantas ia meraih Nobel Perdamaian pada tahun 1993 bersama-sama lawan politiknya, Frederik Willem de Klerk. Dan pantas juga dunia mengenangnya.

Selamat jalan, Nelson Mandela. Dunia pasti mengenangmu.

Salam Positif

Isi Artikel dikutip dari Andrie Wongso.com
oleh Bang Tono.